Konsisten.
Tiga suku kata yang mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Mungkin kata ini merupakan kata yang sering didengar, apalagi jika Anda lagi ngerjain skripsi yang belum selesai-selesai kek doramimiauw. Ini harus konsisten, itu harus konsisten. Karena doramimiauw lagi ngerjain skripsi yang bertemakan ‘China’ jadi jangan heran kalau kedua pembimbing doramimiauw seringkali menekankan agar memikirkan masak-masak penulisan kata untuk merujuk pada People’s Republic of China, apakah ‘China’ atau ‘Cina’.
Konsisten.
Well, seperti diketahui Kedubes ‘China’ di Indonesia menyarankan penulisan ‘China’ sehingga istilah ‘China’ lebih lazim digunakan oleh media massa dewasa ini. Sementara kaum akademisi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indahnesia sendiri kebanyakan menggunakan penulisan ‘Cina’ karena menganggap penulisan inilah yang lebih sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia, dan mungkin bisa ditambahkan alasan ‘tidak mau disetir oleh pihak eksternal’.
Konsisten.
Akhirnya, setelah ngubrak-ngabrik berbagai website dan minta pendapat para dedengkot, doramimiauw memutuskan untuk tetap menggunakan istilah ‘China’ namun tetap dilafalkan ci-na, bukan cai-na. Alasannya karena China lebih umum dipahami sebagai negara, sementara Cina lebih menunjuk kepada etnis. Lagipula, saat sidang outline zaman dahulu kala, bukankah ketua sidang Mas Har bilang penulisan China pun tidak masalah. Dan bukankah kepala pusat bahasa nasional juga mengatakan bahwa kaidah bahasa Indonesia cukup terbuka dan mengenai penggunaan nama dapat disesuaikan dengan perkembangan yang lazim digunakan masyarakat. Mudah-mudahan aja gak ada salah kaprah. Dengan demikian, semoga tidak ada istilah ini tidak dipermasalahkan lagi dalam sidang skripsi (nantinya).
Konsisten saja deh, CHINA!
Agustus 26, 2008 pukul 8:58 pm |
Grup media koran terbesar di Jawa Timur punyanya Dahlan Iskan(di Jkt korannya namanya Indo Pos)juga konsisten, tapi dengan penamaan Tiongkok..
contohnya artikel berita di sini http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=19069
komentar Anda?
Agustus 28, 2008 pukul 6:41 am |
hidup CHINA…. hidup CINA…. hidup TIONGKOK…. apapun asal skripsimu cepet kelar!!!
Agustus 29, 2008 pukul 9:50 am |
#ade:
yah gw gak baca koran Indo Pos, referensi gw Tempo (pake Cina); Media Indonesia dan Kompas (pake China). Pertimbangan utama gw, nama itu kan mengandung unsur identitas, kalo negara yg bersangkutan gak mau disebut Cina ya wes ikutin aja lah. Indonesia juga ga suka kan kalo dipanggil ‘Indon’ sama Malaysia.
#itok:
Setuju Mas!!! Amin amin…
September 2, 2008 pukul 11:28 pm |
wah.. sarah berhasil memanfaatkan blog ini untuk skripsinya.
Progress skripsi dora dapat dipantau real time secara online melalui blog.
Gilee.. canggih juga ni dora!
Jangan lupa bilang makasi ya ama Bapak wordpress.com!
September 13, 2008 pukul 1:05 am |
Semoga cepet kelar yah skripsinya dan lancar prosesnya..
Soal penulisan – memang bakunya adalah China, apalagi di forum multi-lateral seperti disini.. kalau dikatakan CINA, si orang CHina itu gak akan ngerti