Konsisten.
Tiga suku kata yang mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Mungkin kata ini merupakan kata yang sering didengar, apalagi jika Anda lagi ngerjain skripsi yang belum selesai-selesai kek doramimiauw. Ini harus konsisten, itu harus konsisten. Karena doramimiauw lagi ngerjain skripsi yang bertemakan ‘China’ jadi jangan heran kalau kedua pembimbing doramimiauw seringkali menekankan agar memikirkan masak-masak penulisan kata untuk merujuk pada People’s Republic of China, apakah ‘China’ atau ‘Cina’.
Konsisten.
Well, seperti diketahui Kedubes ‘China’ di Indonesia menyarankan penulisan ‘China’ sehingga istilah ‘China’ lebih lazim digunakan oleh media massa dewasa ini. Sementara kaum akademisi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indahnesia sendiri kebanyakan menggunakan penulisan ‘Cina’ karena menganggap penulisan inilah yang lebih sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia, dan mungkin bisa ditambahkan alasan ‘tidak mau disetir oleh pihak eksternal’.
Konsisten.
Akhirnya, setelah ngubrak-ngabrik berbagai website dan minta pendapat para dedengkot, doramimiauw memutuskan untuk tetap menggunakan istilah ‘China’ namun tetap dilafalkan ci-na, bukan cai-na. Alasannya karena China lebih umum dipahami sebagai negara, sementara Cina lebih menunjuk kepada etnis. Lagipula, saat sidang outline zaman dahulu kala, bukankah ketua sidang Mas Har bilang penulisan China pun tidak masalah. Dan bukankah kepala pusat bahasa nasional juga mengatakan bahwa kaidah bahasa Indonesia cukup terbuka dan mengenai penggunaan nama dapat disesuaikan dengan perkembangan yang lazim digunakan masyarakat. Mudah-mudahan aja gak ada salah kaprah. Dengan demikian, semoga tidak ada istilah ini tidak dipermasalahkan lagi dalam sidang skripsi (nantinya).
Konsisten saja deh, CHINA!