Teringat kata2 salah satu temen doramimiauw yg calon org sukses, Siti Astrid Kusumawardhani, yang bilang “u should give urself a reward everytime u did a good job”. That’s exactly what she did everytime she collected her assignments, menepuk pundak sendiri… But if i do that then i will have to ‘menepuk pundak sendiri’ berkali2, i’ll be weirdo just like Siti…So setelah kira2 tiga hari kmrn begadang ngejar buat revisi bab2&3, akhirnya doramimiauw bisa merasakan sedikit euforia karena uda mengumpulkannya ke pembimbing tercinta, Mbak N (baca: swmnbn). As a reward to myself, gw nonton pertandingan Olimpiade Beijing seharian yang dilanjutkan dengan baca komik semalaman. Oh bahagianya…rasanya bagaikan menemukan jalan pulang ke surga!!!
Gara2 tidur jam 2 pagi semalam, hari ini dorami baru bangun jam7 pagi (actually it’s really a miracle how i can wake up that early!)…but still itu berarti uda telat!!! karena hari ini dorami harusnya tgs di gereja jam 8.30 utk misa 17 Agustusan, dan ada latihan pemanasan pagi2 jam 6.30. Damn! So, setelah berguling malas2an di tempat tidur, doramimiauw pun memutuskan utk segera mandi, ngaca, bersiap2 dgn dress code batik, lalu dorami & brother pun menggenjot sepeda motor. Waktu menunjukkan pukul 07.30, hiyaaaa!!!
Dorami yg bawa motor langsung tancap gas, belok kanan eh tutup jalan, belok kiri eh juga tutup jalan, namun akhirnya dengan kecanggihan teknologi abad 21, doramimiauw bisa menemukan jalan pintas bebas hambatan menuju Gereja Damai Kristus. Jam sudah menunjukkan pukul 07.50, dan kami pun tiba di…kedai mie ayam!!! Setelah makan mie ayam + teh manis hangat, doramimiauw & bro langsung menuju ke ruang kelas dimana sudah terdengar angelic voices dari teman2 yg lg pemanasan. “Telat banget bu, rumahnya di Hongkong ya?” Itu kata pelatih koor Flores manise, Ci Mercy, yang jelas2 tidak hilang ingatan dan sudah mengetahui bahwa doramimiauw masih berdomisili di Jakarta Barat, di bumi tercinta Indonesia. Namun tampaknya sang pelatih sedang dalam good mood mode karena tidak banyak pertanyaan yg dilontarkan seputar ‘keterlambatan-yg-sudah-diprediksi’.
Setelah ikut pemanasan bentar, doramimiauw pun mengikuti misa sebagai petugas koor. Misa awalnya berjalan lancar & tenang, suasana kondusif untuk tidur. Tiba2 di tengah khotbahnya, pastur yg memimpin misa tiba2 teriak “MERDEKAAAA!!! MERDEKAAAA!!!”. Sontak salam merdeka ini menarik kembali para umat yang tadinya sudah terbang jauh ke alam mimpi, termasuk papanya doramimiauw.
Well, setelah tugas gereja selesai, doramimiauw pun pulang dgn rasa lega…mencoba untuk kembali fokus melanjutkan komik2 yg belum selesai dibaca tadi malam. Tiba2 nit nit nit hp canggih dari abad 21 berbunyi…nit nit nit begitu bunyinya…SMS masuk…dari pembimbing doramimiauw yg satu lagi, si ahli Timur Tengah yang soon will be ahli Taiwan:
“MERDEKA!!! Sudah saatnya kau proklamasikan kemerdekaan skripsimu.“
Oooww >.<