Kalo anda pikir tulisan ini dibuat oleh seorang yang akan diwisuda, anda salah besar. Doramimiauw memang tidak akan diwisuda semester ini berhubung skripsinya belom selesai>.< Kalo mau tahu kenapa skripsinya blom slesai silakan telusuri posting2 kategori skripsi di blog ini…Yang pasti doramimiauw tidak akan membahas soal itu…Tapi kalo di antara teman2 ada yg mendoakan agar skripsi saya cepat selesai, THANKS LOH. Terlebih lagi kalo ada yg mau kirimin COKLAT LINDT buat menyemangati doramimiauw, please jgn ragu2…

Sebagai seorang mahasiswa yang skripsinya belom kelar (again) dan sangat mengharapkan skripsinya segera kelar (again), tentu saja wisuda bagaikan suatu mimpi indah yang ingin digapai. Oleh karenanya, ketika salah seorang teman doramimiauw yang namanya pernah disebut juga di blog ini bilang ,

wew, wisudanya harus bayar ***ratus ribu yah? buset dah muahal amat, ga ikut wisuda kalo gitu kayaknya gw,

dengan alasan

i really believe that it’s not gonna be that ‘huge’. moreover, gw ga suka pake baju2 formal, ga suka bokap nyokap gw dateng pake baju formal, dan ga suka ada banyak bokap nyokap temen gw dateng pake baju formal, coz semuanya jadi terlihat begitu formal…O.O

Zeb, zeb, zeb….I feel like someone has stabbed my heart into 100 pieces…Then the pieces was thrown away into the deepest and darkest sea, arrrghhh!!!!

Why at one of the very special moment in life, ada yang beranggapan kek gitu. Ya, ya, doramimiauw ngerti ada sekian banyak org miskin di Indo yg bahkan utk beli nasi pun ga bisa, mase banyak kaum papa yang anak2nya menderita busung kelaparan, mase banyak anak2 yatim yang harus drop out dari sekolah karena gak bisa bayar SPP, gw mau tukar tambah hp, dan duit segitu juga bukanlah jumlah yang sedikit, tapi tetep aja u cant buy the time, u cant buy the moment. You’re supposed to appreciate the hard work you have given in Universitas Indahnesia by attending it. Moreover like what I’ve said to that person too, u dont have to pay three times of that price for the next semester. since you have graduated…So i cant really understand the money reason!!!

Doramimiauw jadi teringat masa2 ketika baru masuk Universitas Indahnesia. Tahun yang sama ketika doramimiauw masuk itu, koko sepupu doramimiauw juga diwisuda. Melihat koko yang duduk di antara deretan sarjana yang diwisuda, doramimiauw yang lagi duduk di tempat duduk atas bersama maba2 lainnya merasa sangat terharu. Trus berusaha nyanyi sekuat tenaga, whole-heartedly, untuk yg diwisuda (ritual di Universitas Indahnesia, maba2 nyanyi di balairung untuk senior2 yg lulus). Sambil bermimpi, one day i will be sitting in those bachelor line…Yeah one day i will!!

Well, oke di wisuda kita harus pake baju formal, orangtua kita harus pake baju formal, SO WHAT IS WRONG ABOUT THAT?? It is a special moment yg menurut gw sama spesialnya dgn kelahiran, baptisan, pernikahan, and other happy moment of one’s life. Nah, kalo pake jeans + kaos oblong kek hari2 biasanya, di mana spesialnya? Lagian bukannya ortu akan bahagia yah kalo menghadiri acara wisuda, bukannya mereka senang pake kebaya dan batik, at least that was what happened to my mom before she knew that i won’t be graduating this year. Hiks, sori yah ma! Dot, dot, jedotin pala ke tembok…Dan kebahagiaan mereka itu priceless, ga sebanding dengan harga ***ratus ribu yg harus dikeluarin!!

Mungkin teman2 jadi bingung, koq doramimiauw sewot banget sama soal wisuda ini?? Why, kenapa? Oke, of course there is a reason behind that! I won’t be in the bachelors line anyway, but in order to honour those (my friends) who have made it, i’ve promised that i would be there to congrat them at what i thought at first was “their special moment”. Gw bahkan udah meng-cancel satu pekerjaan di hari itu, bye-bye-money just because i really wanna come, see them, congrats them and making a good pics with them, huaaaa…jadi mau nangis ingetnya!!! Emang seh abis wisuda pun kita mase bisa ketemu but still it wont be the same since i-am-student-and they-are-not-anymore. Perbedaan kasta ini rasanya seperti ketika seorang budak belian ketemu dengan temannya seorang mantan budak yang uda naik pangkat jadi mandor para budak…

Huh, jadi keinget one of other stupid reason of my friend who dont want to attend her graduation ceremony just because she will be in the middle of pursuingĀ  postgraduate studiesĀ  in Kangaroo major at that time. Anda pikir ini reasonable, but wait, secara bokapnya kerja di Garuda, dia gak perlu bayar 10juta untuk tiket pp Sydney-Jakarta. Dia cuma harus bayar 10% dari harga tiketnya, arrrghhhhh mo gila rasanya!!!! Perbedaan ini rasanya seperti seorang budak belian yang ketemu dengan temannya seorang mantan budak yang uda naik pangkat jadi mandor budak yang lagi naik gaji!!!!

Why cant people appreciate the thing they got when others still have to struggle to reach it?
Well, i dont care and dont want to care anymore….Makin dibahas makin mau marah>.<

Let’s chop those persons who think wisuda ga penting into pieces…

doramimiauw,
pgi bli pisau