Cerita sebelumnya:

Doramimiauw bingung harus bermalam di mana berhubung dia telat naik kereta terakhir menuju Greifswald sehingga harus menunggu kereta berikutnya 10jam kemudian…

Jumat/13 Juni, 21.00 ab
Duduk di bench depan reisezentrum (ticket center) sambil memandangi struk pembelian tiket, jam 2 ato jam6 pagi??? Tiba2 seorang perempuan muda berjilbab hijau muda dengan koper segede gajah menghampiri…

Excuse me, can you speak english? Do you know how to go to Greifswald?
You also want to go to Greifswald? Ohhhh, don’t tell me that you’re one of Gristuf participants
You too??? Oh thanks GOD, i finally found someone…

Singkat cerita, kami berkenalan. abrar, mengaku keturunan Cleopatra kebangsaan Mesir tapi tinggal di Dubai, Uni Emirates Arab. Kami mengalami nasib serupa, tak tahu harus bermalam di mana karena ketinggalan kereta terakhir. Sebenarnya kami naik pesawat yang sama dari Doha ke Berlin, doramimiauw sempat melihat abrar duduk di dua baris depan doramimiauw. Namun tidak menyangka bahwa abrar adalah partisipan acara yang sama. abrar sendiri telat karena harus mengangkut koper segede gajah nyasar akibat naik bis 128. Thanks loh buat infonya panitia yang akuuuuraaat banget. Setelah mendiskusikan opsi2 yang ada, kamipun memutuskan untuk mengambil kereta jam 6 pagi ke Greifswald, dan oleh karenanya kami akan bermalam di stasiun Berlin. Keputusan ini kami ambil bersama berdasarkan cara2 musyawarah mufakat saat matahari masih bersinar cerah menerangi umat manusia.

22.00 ab
Syuuuuu….Sesaat setelah matahari terbenam, angin semilir malam mulai bertiup. Semakin lama semakin kencang dan semakin kencang dan kencang dan terus, terus, terus… Suhu yang semula sekitar 16-17°C, perlahan tapi pasti semakin turun, diperkirakan saat itu suhu sekitar 6-7°C, hiaaaa…i’m fucking freezing here!!! Ingat saudara, kata panitia ini adalah summer

Kamis/12 Juni 2008, 18.30 WIB
Percakapan antara seorang mama dengan putrinya yang akan mengikuti mamamia di Jerman…

Nih jangan lupa bawa jaket bulu domba.
Ah, ga usahlah ma, berat-beratin aja, di sono tuh lagi summer.
Palingan suhunya kek Puncak gitu. Di Puncak aja uda panas.

Bawa aja, buat jaga-jaga (melotot)..

Berlin Haupbahnhoft, 13 Juni 2008, 22.30 ab
Beruntung doramimiauw cukup cerdik dan selalu siaga dengan tidak lupa membawa jaket bulu domba, sehingga hanya setengah menggigil. Sementara abrar marah2 karena tidak diperingatkan oleh panitia bahwa suhunya akan sedingin ini.

Moral: Jangan pernah nyamain suhu terdingin yang pernah kamu alami di negara tropis/negara Arab dengan suhu summer di Jerman. It’s totally different!!!

Sabtu/14 Juni 2008, 00.00 ab

The rescuer team arrived!! No it wasn’t the stupid Organizing Committee. Dua orang kakek2 Arab menyarankan kami untuk nebeng di McCafe Berlin Haupbahnhoft a.k.a numpang heater. Hanya memesan 2 cangkir kopi. Mereka yang pesan, bukan doramimiauw, I’m just poor travellers. Kami menghabiskan waktu 2 jam (karena kafe nya tutup dari jam 2-3, liar, ngakunya 24 hours cafe!!) bersama para lonely backpackers lain dan anak2 muda Berlin yang masih keluyuran. Kedua kakek2 Arab itu, yg satu asal Palestina, satunya lagi asal Libanon, merupakan warga negara Jerman semenjak 50 tahun yang lalu. Mereka membuka warung kebab dan menyombongkan kekayaan mereka menceritakan kisah kesuksesan mereka di tanah airnya Hitler… doramimiauw tertidur…zzzzz

03.00 ab
doramimiauw dan abrar berdiri mematung di dalam elevator. Hanya inilah satu2nya tempat yang kami punya untuk melindungi diri dari udara dingin Berlin. Amit2 deh kalo harus bayar 0.80 € untuk numpang heater di WC. Remember, poor travellers. Naik-turun, naik-turun, keluar (gak mau donk dikira freak. “Hey see, there are 2 strange girls, Chinese and Arabic, inside the lift”). Ganti lift, naik-turun, naik-turun, keluar. Naik-turun, naik-turun, keluar. Simsalabim, dan koper segede gajah pun berubah jadi kodok…Kakek2 Arab? Oh, mereka telah pergi meninggalkan kita semua (Innalillahi wa’innalillahi roji’un) menyongsong kereta penantiannya ke Hamburg jam 2.30.

06.30 ab
K’reta t’lah datang!! K’reta t’lah datang!! Hatikuuuuu gembira….
K’reta t’lah b’rangkat!!! K’reta t’lah b’rangkat!! Hatikuuuuuu gembira…

09.00 ab, Greifswald Haupbahnhoft
Singggggggg….silent morning, nobody, NO ONE!!!!…Hiaaaa…
Imagine…You, a lonely traveller, go to a far far away country, 25 hours flight across 2 continents, bring a 15 kg luggage from airport to train station in rush, only to find out that you were late and must wait the next train for another 10 hours. And when you finally jump into the train, and arrive in the destination station, no one’s there….
Arrrrrhhhhh, cilaka dua belas!!!
Mengeluarkan boneka bertuliskan “panitia Gristuf” dari dalam koper, tok tok tok, mati mati mati….

10.15 ab, Ikuwo

Akhirnya doramimiauw sampai juga di Ikuwo, markas panitia Gristuf. Beruntung di saat2 kritis hampir melompat ke tengah2 rel kereta, datanglah sekelompok mahasiswa Arab. Dengan menggunakan daya tarik Cleopatra abrar meminjam telepon selular dan menelpon panitia. Panitia pun segera datang menjemput karena takut markasnya dibom orang Arab. NO, NO, jangan bayangkan doramimiauw melenggang masuk ke dalam mobil lalu mobilnya parkir pas di depan Ikuwo. You have to walk from the city side to the city center, that’s how it works in Germany, even with such a heavy big luggage and broken wheel. See, how nice they were to me…

I hope they bring me with the car

I hope they bring me with the smart car

Wew, akhirnya doramimiauw sampai di Greifswald.

Jatuh bangun untuk sampai di Greifswald

Sampai juga akhirnya...di Greifswald

Doramimiauw mendapat host yang sama dengan abrar. Our host is such a nice girl, kebetulan nama keluarga kami sama, doramimiauw dan doreen. Dari gelandangan di stasiun Berlin naik pangkat, tinggal di modern-luxury apartment…

Mungkinkah ini akhir dari penderitaan doramimiauw di Jerman?

-To Be Continued-