Yeyyyy, akhirnya setelah malang melintang di dunia komuter Jakarta-Depok, doramimiauw berkesempatan untuk berkomuter lebih luas lagi yaitu Jakarta-Berlin. Tentu saja doramimiauw bukannya baru saja menang lotere sehingga bisa ke Eropa semudah menggosok pantat dengan tisu membalikkan telapak tangan, melainkan doramimiauw mendapatkan undangan untuk mengikuti Greifswald International Students Festival 2008 di Jerman. Acaranya sendiri berlangsung dari tanggal 13-22 Juni 2008 di Greifswald, Jerman, suatu kota kecil di north-eastern Germany yang katanya sangat indah (kita buktikan nanti!!!)….
Doramimiauw mengetahui adanya festival ini dari senior HI 2002 dan iseng2 coba meng-apply, eh ternyata dinyatakan diterima. Namun proses persiapan untuk mengikuti acara itu sendiri tidaklah mudah. Panitia memang menanggung akomodasi selama acara, namun doramimiauw harus memutar otak untuk mencari dana untuk biaya pengurusan visa dan tiket pesawat + kereta PP.
1. V I S A
Doramimiauw sudah mendapatkan pemberitahuan dari panitia via email 2 bulan sebelum acara dan memberitahukan bahwa surat undangan dll utk pengurusan visa sudah dikirim dan akan sampe secepatnya, namun karena pak pos Jerman dan Indonesia miskomunikasi entah karena apa surat yang ditunggu-tunggu ternyata baru sampai 3 minggu sebelum acara. Proses pengurusan visa sendiri sebenarnya tidak terbilang rumit. Sayangnya doramimiauw salah memilih hari “mari meng-apply visa”. Doramimiauw datang ke Kedubes Jerman di hari Jumat, yang mana merupakan hari paling rame. Untungnya doramimiauw masih bisa masuk. Sayangnya Inay, partisipan GrIStuF yang uda jauh2 datang dari Bandung, tidak lagi mendapatkan jatah sehingga harus pulang dengan pepesan kosong. Namun perjuangan doramimiauw di dalam juga belumlah selesai. Doramimiauw harus menunggu , menunggu, dan menunggu…Total menunggu 5 jam, sampai akhirnya doramimiauw mendapat giliran di-interview. Doramimiauw pun menyerahkan berbagai berkas2 yang dibutuhkan seperti formulir aplikasi visa, surat undangan dari pihak panitia di Jerman & asuransi, fotokopi paspor, copy booking tiket, dan copy KTP+KTM, copy buku tabungan. Setelah mengecek semua berkas tersebut dengan seksama, sang officer yang kebetulan adalah bule tulen dari Jerman, dengan aksen macam Chinta Lauwra lantas berkata “Maaf Anda harus kembali lagi di lain hari dengan membawa surat keterangan dari universitas Anda”…WHAT????!!! Setelah menunggu 5 jam, si bule masih tidak mau memberikan visa untuk masuk ke negaranya dengan alasan kartu mahasiswa kurang kuat…Hix, hix…akhirnya doramimiauw pun pulang dengan pepesan kosong…Untungnya setelah hari Senin dibuatkan surat keterangan dari departemen oleh Christian, tidak ada masalah ketika doramimiauw meng-apply visa pada hari Selasa. Dalam hitungan setengah jam, doramimiauw sudah bisa masuk, di-acc dan setelah membayar biaya pengurusan visa, doramimiauw dipastikan mendapatkan dan dipersilakan untuk mengambil visa seminggu kemudian yakni pada tanggal 2 Juni 2008. Fiuuuhhhh!!!
2. D A N A (Tiket Pesawat+Fiskal)
Urusan visa sudah selesai, doramimiauw kini pusing memikirkan dana. Maksud hati tidak ingin membebani orangtua…Apa daya setelah meng-apply ke beberapa perusahaan dan koneksi, doramimiauw masih belum juga mendapatkan dana yang memadai…Sehingga mau tak mau doramimiauw harus mengeruk kantung sendiri orangtua. Sebenarnya doramimiauw sudah bekerja untuk biaya keberangkatan, namun karena doramimiauw mengalami accident (yang akan diceritakan di bagian lain) sehingga duit doramimiauw harus dialokasikan untuk hal lain…Untunglah ortu doramimiauw sangat suportif dan mendukung serta ikhlas diporotin oleh anaknya…Thanks Mom&Dad!
3. K O S T U M
Salah satu acara dalam festival tersebut adalah Conggregation of Continent di mana para peserta harus menampilkan suatu kebudayaan dari negaranya masing2. Oleh karenanya doramimiauw bermaksud untuk menampilkan tari Pendet yang sudah doramimiauw pelajari tahun lalu saat akan mengikuti Summer Program di China. Sayangnya ongkos sewa kostum di sanggar Tante Yuli sangat mahal..Untungnya setelah searching2 di internet, doramimiauw mendapatkan nama sanggar lain di Jakarta yang menjual kostum tari Pendet dengan harga yang jauhhhhh lebih terjangkau. Walhasil sekarang doramimiauw punya satu set kostum Tari Pendet, huhu senangnya…
4. S O U V E N I R
Tentu saja ke negeri orang kita harus membawa souvenir khas Indonesia. Doramimiauw mendapatkan satu paket promosi (buku2+CD) dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Lalu mama juga membelikan beberapa souvenir macam gantungan wayang, pembatas buku, dan gantungan kunci khas Indonesia, serta batik di Sarinah. Tentu saja harga di Sarinah sedikit lebi mahal, walau masih lebi murah daripada harga di Soekarno Hatta. Tapi apa mau dikata hari H sudah semakin dekat….doramimiauw tidak punya waktu untuk mencari2 souvenir lagi karena juga sibuk mempersiapkan skripsi ngajar…
Alhasil setelah satu hari packing, doramimiauw pun siap bertempur berangkat.
Jerman, I’m coming!!!!